Bangun pukul 9 hari ini. Rasanya aku sudah mulai mengingkari resolusi di tahun 2009 untuk selalu bangun pagi dan cukup tidur tidak lebih dari 6 jam. Walaupun aku memang tidur jam 3, berarti aku tidak tidur lebih dari 6 jam. Tapi aku telah mengingkari untuk bangun tidur pagi.
Semalam, atau tepatnya pagi tadi akuk bermimpi. Mimpi yang sebenarnya tak pernah terpikirkan sebelumnya. Mimpi yang membuatku terhenyak.
Sebelum aku bercerita tentang mimpiku, masih ingatkah semalam kalau aku menulis tentang keinginanku, kebutuhanku akan seorang pelengkap. Kekosongan yang aku rasakan. Lubang yang tiba2 menampakkan wujudnya yang bisa membuatku hanya terdiam terpaku. Mimpiku itu agaknya , mungkin adalah jawaban dari keinginanku itu.
Pagi tadi aku bermimpi, tanganku terjalin pada seorang wanita. Tertaut kuat, dan aku melihat tanganku begitu erat menggenggam tangannya dan dia menggenggam erat tanganku. Kita begitu menjaga satu sama lain. Dan dalam mimpiku itu, kita hendak melampaui sebuah pegunungan yang tinggi besar. Kita hendak melangkah bersama with our hands knoted each other tightly. Aku melihat jariku terjalin kuat pada jarinya. Dan kita saling berpandangan sejenak, dan kitapun berjalan mengarungi pegunungan tinggi besar itu. Saat itu aku merasa bahwa she’s the one. Dialah yang akan benar benar menjadi pelengkap bagiku, yang akan menjagaku dan dia akan kujaga. Kita saling percaya dan kita saling menguatkan. Dan keyakinan kita pada saat itu, tak akan ada satu apa pun yang akan membuat kami jatuh selama kami masih bersama dan berdampingan.
Dan tahukah siapa wanita itu? Sungguh jauh di luar perkiraanku. NK.
Jumat, 06 November 2009
Kamis, 05 November 2009
SETELAH SEKIAN LAMA, LUBANG ITU MENAMPAKKAN WUJUDNYA KEMBALI
Tidak seperti biasanya. Setelah bertahun-tahun aku tak pernah merasakan hal ini. Akhirnya rasa ini kembali muncul menampakkan dirinya yang membuatku terdiam. Setelah bertahun-tahun aku sudah melupakan dan tak mencoba untuk mengingatnya kembali. Rasa ini kembali menguasai pikirku. Kekosongan ini. Kehampaan ini. Entah mengapa aku tiba tiba merasakan ini. Tak ada yang memicunya. Rasa itu muncul begitu saja.
Setelah bertahun-tahun. Mungkin telah empat tahun aku melupakan rasa ini. Rasa yang membuatku selalu terpuruk dan apatis terhadap setiap wanita. Rasa yang terus membuatku terasing dari para wanita. Rasa yang membuatku merasakan bahwa ketika aku mendekat pada seorang makhluk cantik, aku merasakan bahwa itu adalah sebuah pengkhianatan. Entahlah.
Rasa ini, yang membuatku kembali lagi ke kota dingin yang tak lagi dingin ini. Sebuah rasa pengharapan pada sesuatu yang absurd. Pada sebuah cita-cita akan keterisian hati ini. Pada sebuah pemenuhan kebutuhan batinku ini. Dan kembali aku merasakannya hari ini.
Aku masih merasa bahagia dalam hidup ini. Hanya lubang dalam hati ini tetap ada. Telah lama aku tak menghiraukannya. Namun, sekarang lubang itu seketika dengan tak sengaja terlihat olehku. Dan ketika aku melihatnya, terus saja tak bisa kualihkan perhatianku darinya. Lubang itu menghantuiku. Namun kali ini aku bisa mengendalikannya. Tak seperti dahulu yang aku tak bisa mengendalika kapan datangnya rasa itu. Sepertinya dahulu, rasa kekosongan itu sudah menjadi identitas dari diriku sendiri.
Kali ini aku hanya berharap semoga dengan diingatkannya aku akan rasa ini, rasa kekosongan ini, memberikanku sebuah pelajaran yang baik bagiku. Untuk tak memuaskan dengan apa yang ada. Untuk tetap mencari yang terbaik. Untuk mencari pelengkap dari segala kekuranganku. Untuk mencari penambal dari lubang di hatiku. Untuk menjadi pelengkap dari seorang makhluk cantik, dan dia pun menjadi pelengkap bagiku.
Bukan sekedar romansa yang aku cari. Bukan sekedar romansa yang aku inginkan. Bukan sekedar romantisme yang aku butuhkan. Sebuah pelengkap dari segala kekuranganku. Seseorang yang bisa menyadarkanku bahwa aku hanyalah manusia biasa yang banyak kekurangan ada pada diriku. Seseorang yang akan menjadi anugerah bagiku, dan aku adalah anugerah baginya. Seseorang yang dapat melengkapi diriku dan aku pun menjadi pelengkap baginya.
Memang aku merasa kesepian di satu titik. Tak aku pungkiri itu. Namun aku tak nelangsa dibuatnya. Masih terlalu banyak kebahagiaan yang bisa aku rasakan dan bisa aku rasakan ketimbang selalu merasa kesepian dan kosong dengan belum hadirnya anugerah cantik itu. Namun memang tak kupungkiri, aku membutuhkan pelengkap yang baginya aku adalah juga pelengkapnya.
Setelah bertahun-tahun. Mungkin telah empat tahun aku melupakan rasa ini. Rasa yang membuatku selalu terpuruk dan apatis terhadap setiap wanita. Rasa yang terus membuatku terasing dari para wanita. Rasa yang membuatku merasakan bahwa ketika aku mendekat pada seorang makhluk cantik, aku merasakan bahwa itu adalah sebuah pengkhianatan. Entahlah.
Rasa ini, yang membuatku kembali lagi ke kota dingin yang tak lagi dingin ini. Sebuah rasa pengharapan pada sesuatu yang absurd. Pada sebuah cita-cita akan keterisian hati ini. Pada sebuah pemenuhan kebutuhan batinku ini. Dan kembali aku merasakannya hari ini.
Aku masih merasa bahagia dalam hidup ini. Hanya lubang dalam hati ini tetap ada. Telah lama aku tak menghiraukannya. Namun, sekarang lubang itu seketika dengan tak sengaja terlihat olehku. Dan ketika aku melihatnya, terus saja tak bisa kualihkan perhatianku darinya. Lubang itu menghantuiku. Namun kali ini aku bisa mengendalikannya. Tak seperti dahulu yang aku tak bisa mengendalika kapan datangnya rasa itu. Sepertinya dahulu, rasa kekosongan itu sudah menjadi identitas dari diriku sendiri.
Kali ini aku hanya berharap semoga dengan diingatkannya aku akan rasa ini, rasa kekosongan ini, memberikanku sebuah pelajaran yang baik bagiku. Untuk tak memuaskan dengan apa yang ada. Untuk tetap mencari yang terbaik. Untuk mencari pelengkap dari segala kekuranganku. Untuk mencari penambal dari lubang di hatiku. Untuk menjadi pelengkap dari seorang makhluk cantik, dan dia pun menjadi pelengkap bagiku.
Bukan sekedar romansa yang aku cari. Bukan sekedar romansa yang aku inginkan. Bukan sekedar romantisme yang aku butuhkan. Sebuah pelengkap dari segala kekuranganku. Seseorang yang bisa menyadarkanku bahwa aku hanyalah manusia biasa yang banyak kekurangan ada pada diriku. Seseorang yang akan menjadi anugerah bagiku, dan aku adalah anugerah baginya. Seseorang yang dapat melengkapi diriku dan aku pun menjadi pelengkap baginya.
Memang aku merasa kesepian di satu titik. Tak aku pungkiri itu. Namun aku tak nelangsa dibuatnya. Masih terlalu banyak kebahagiaan yang bisa aku rasakan dan bisa aku rasakan ketimbang selalu merasa kesepian dan kosong dengan belum hadirnya anugerah cantik itu. Namun memang tak kupungkiri, aku membutuhkan pelengkap yang baginya aku adalah juga pelengkapnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sedikit Tentang Diriku
- Gita Atam
- Malang, Jawa Timur, Indonesia
- Lelaki yang selalu ramai dalam kesepian dan sepi dalam keramaian.. wah kayak lirik lagunya almarhum Chrisye ya..